Sebuah cerita dari seorang mahasiswa yang mengejar cita-cita
Berawal dari sebuah angan-angan dapat bekerja di tempat yang sama dengan tempat saya praktek lapangan
Dari situ saya berniat untuk meneruskan penelitian praktek lapangan saya untuk dijadikan penelitian tugas akhir
Saya pun menghadap dosen yang memang berkompeten dalam bidang tersebut untuk berkonsultasi
Semangat membara telah menghampiri saya, walaupun sadar saya tidak bisa lulus tepat waktu, mengingat target indeks prestasi yang masih harus dikejar dengan kuliah
Seiring berjalannya waktu, semangat itu pun semakin meredup
Sampai tiba-tiba terdengar kabar adanya tawaran untuk penelitian di lapangan
Tawaran tersebut terlihat bagaikan sebuah jalur dengan jalanan yang lebih lebar dan lebih mulus
Namun akhir dari jalur tersebut benar-benar berbeda dari tujuan awal saya
Saya pun benar-benar berada di sebuah persimpangan jalan yang sangat sulit untuk dipilih
Dan akhirnya saya pun memilih untuk berbelok dan memilih jalur baru tersebut, dengan pertimbangan bahwa kesempatan tersebut tidak datang dua kali
Aresto Tempus
Aresto Tempus, berasal dari kata "Rest" yang artinya istirahat atau berhenti, dan "Tempus" yang berasal dari bahasa latin yang berarti waktu. Zaman memang akan terus berubah seiring bergulirnya waktu. Tapi setiap momen yang dilewatinya akan selalu abadi dalam hati, ingatan, serta tulisan.
11 Maret 2014
15 Mei 2013
Penjajahan yang Terselubung
Indonesia merupakan negara dengan Sumber Daya
Alam yang sangat melimpah. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti
Jepang, Korea, atau pun India, Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia jauh
lebih banyak. Namun hal ini berkebalikan dengan produksi logamnya, dimana logam
merupakan hasil dari pengolahan mineral dan sumber daya alam. Hal ini masih
menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita semua.
Industri pengolahan logam merupakan sektor
yang sangat penting bagi perkembangan sebuah negara. Hal ini dapat dilihat dari
hubungan antara produksi logam suatu negara dengan GDP atau pendapatan per
kapita negara tersebut. Jika melihat dari Jepang dan Korea Selatan yang
merupakan negara yang memiliki produksi logam terbesar di dunia (CIA, 2011),
pendapatan per kapita-nya masing-masing adalah $45.903 dan $22.424. Nilai ini
sangat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki
pendapatan per kapita $3.509.
6 April 2013
KUJANG : sebuah Sejarah, Budaya, dan Teknologi
![]() |
| Kujang |
Saat
kita mendengar kata ‘Kujang’, maka pikiran kita akan mengarah pada sebuah
senjata khas masyarakat Jawa Barat. Bentuknya yang unik dan berbeda dengan
senjata khas daerah lain menjadi suatu daya tarik tersendiri dari senjata ini. Belati
yang bentuknya menggambarkan pulau Jawa ini merupakan salah satu bukti sejarah
dari Kerajaan Pajajaran yang berlokasi di daerah Jawa Barat. Sehingga selain
bernilai seni tinggi, Kujang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kujang
diperkirakan telah dibuat sejak sekitar abad ke-4 sebagai alat kebutuhan
pertanian. Dan sejak saat itu juga masyarakat Jawa Barat telah mengenal dan
mengaplikasikan prinsip-prinsip dari proses Metal
Forming (Pembentukan Logam), salah satu bagian dari ilmu tentang Logam
(Metalurgi).
Ilmu
Metalurgi merupakan ilmu yang sangat tua dan telah dipelajari oleh manusia
sejak zaman logam, perkembangan dari zaman batu. Pada zaman dahulu, manusia
menemukan suatu bahan yang lebih kuat dari batu dan mereka menggunakan bahan
tersebut menggantikan batu yang berfungsi sebagai alat untuk berburu. Karena
logam memiliki sifat dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan, maka pada zaman
dahulu logam juga dibentuk menjadi senjata sebagai alat pertahanan diri dari
binatang buas. Seiring berkembangnya zaman, logam pun dipergunakan untuk
berperang melawan kelompok lain guna mempertahankan wilayah atau memperluas
daerah kekuasaan. Hal ini terbukti dengan adanya penemuan-penemuan benda
bersejarah berbentuk senjata yang terbuat dari logam. Termasuk salah satunya
adalah Kujang yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-4.
6 Maret 2013
Ibu Irah yang Tak Terlihat lagi di ITB
Mungkin
masih hangat diingatan kita tentang kisah Ibu Irah. Seorang Ibu yang dulu
sering terlihat di pintu masuk area parkir Seni Rupa ITB. Terlihat pula
beberapa tas besar di sampingnya yang disinyalir merupakan barang-barang
pribadi miliknya, seperti pakaian dan barang lainnya. Di pagi hari, siang,
maupun malam hari, beliau selalu terlihat di tempat yang sama sedang
menggendong atau mengasuh kucing. Namun
sekarang Ibu Irah sudah tak terlihat lagi di tempat biasa beliau berdiam.
27 Februari 2013
Coba tebak Indonesia bisa apa?
3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
20 Februari 2013
Siswi SMK Kesurupan di ITB
Bandung - Seorang siswi SMK dilaporkan
mengalami kesurupan di area gedung Program Studi Teknik Industri Institut
Teknologi Bandung. Tepatnya pada hari Senin (18/2/2013) sekitar pukul 14.00
WIB. Berdasarkan sumber yang didapat, siswi tersebut sedang magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL)
di ITB.
Menurut kesaksian Asha (TI ’10) yang pada saat itu
sedang melakukan kegiatan perkuliahan di gedung yang sama, sempat terdengar
suara teriakan wanita pada sekitar pukul 14.00 WIB. Lalu akhirnya, siswi SMK
yang belum diketahui nama dan asal sekolahnya itu dibawa oleh petugas
menggunakan ambulans sekitar satu jam berikutnya.
12 Februari 2013
Hati Lautan Dalam
sudah sekian lama
mungkin sudah sekian lama aku tidak mengenal apa namanya cinta
berlaga layaknya romeo kepada para juliet yang singgah
sang romeo yang lupa atas mawarnya
berlaku seperti penyair yang berceloteh di depan para wanita
sang penyair yang lupa akan puisinya
ragaku terbang bersama layang-layang
tapi hatiku bermuram di dasar lautan dalam
sudah sekian lama
mungkin sudah sekian lama hati ini tak menatap matahari
hanya sosok sinarnya yang terlihat dari dasar lautan
tersamarkan bias cahaya di permukaan laut
sekian lama tak merasakan sentuhan hangat mentari pada bulu-bulu di tangan
terselimuti dinginnya laut dalam
hanya ditemani algae dan protozoa
mungkin sudah sekian lama hati ini tak memandang indahnya purnama
hanya sosok sinarnya yang terlihat dari dasar lautan
tersamarkan lampu-lampu kapal para pelaut malam
dan sudah sekian lama
sehingga membuatku lupa akan indahnya cinta
Bandung, 12 Feb 2013
7 Februari 2013
Asal Mula Penulisan
Bandung, 7 Feb 2013
6 Februari 2013
sebetulnya saya tidak suka menulis.. apalagi membuat blog.. tapi kata dosen saya, tulisan itu lebih berbahaya dari unjuk rasa.. dari situ saya berniat untuk menumbuhkan rasa jurnalisme saya.. tapi tenang, isinya tidak akan berbahaya seperti demonstrasi.. semoga yang baca bisa mengerti.. dan tertawa pastinya..
Langganan:
Postingan (Atom)

