6 April 2013

KUJANG : sebuah Sejarah, Budaya, dan Teknologi

Kujang


Saat kita mendengar kata ‘Kujang’, maka pikiran kita akan mengarah pada sebuah senjata khas masyarakat Jawa Barat. Bentuknya yang unik dan berbeda dengan senjata khas daerah lain menjadi suatu daya tarik tersendiri dari senjata ini. Belati yang bentuknya menggambarkan pulau Jawa ini merupakan salah satu bukti sejarah dari Kerajaan Pajajaran yang berlokasi di daerah Jawa Barat. Sehingga selain bernilai seni tinggi, Kujang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kujang diperkirakan telah dibuat sejak sekitar abad ke-4 sebagai alat kebutuhan pertanian. Dan sejak saat itu juga masyarakat Jawa Barat telah mengenal dan mengaplikasikan prinsip-prinsip dari proses Metal Forming (Pembentukan Logam), salah satu bagian dari ilmu tentang Logam (Metalurgi).
Ilmu Metalurgi merupakan ilmu yang sangat tua dan telah dipelajari oleh manusia sejak zaman logam, perkembangan dari zaman batu. Pada zaman dahulu, manusia menemukan suatu bahan yang lebih kuat dari batu dan mereka menggunakan bahan tersebut menggantikan batu yang berfungsi sebagai alat untuk berburu. Karena logam memiliki sifat dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan, maka pada zaman dahulu logam juga dibentuk menjadi senjata sebagai alat pertahanan diri dari binatang buas. Seiring berkembangnya zaman, logam pun dipergunakan untuk berperang melawan kelompok lain guna mempertahankan wilayah atau memperluas daerah kekuasaan. Hal ini terbukti dengan adanya penemuan-penemuan benda bersejarah berbentuk senjata yang terbuat dari logam. Termasuk salah satunya adalah Kujang yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-4.