11 Maret 2014

SP-2 dari Tuhan

Sebuah cerita dari seorang mahasiswa yang mengejar cita-cita
Berawal dari sebuah angan-angan dapat bekerja di tempat yang sama dengan tempat saya praktek lapangan
Dari situ saya berniat untuk meneruskan penelitian praktek lapangan saya untuk dijadikan penelitian tugas akhir
Saya pun menghadap dosen yang memang berkompeten dalam bidang tersebut untuk berkonsultasi
Semangat membara telah menghampiri saya, walaupun sadar saya tidak bisa lulus tepat waktu, mengingat target indeks prestasi yang masih harus dikejar dengan kuliah
Seiring berjalannya waktu, semangat itu pun semakin meredup
Sampai tiba-tiba terdengar kabar adanya tawaran untuk penelitian di lapangan
Tawaran tersebut terlihat bagaikan sebuah jalur dengan jalanan yang lebih lebar dan lebih mulus
Namun akhir dari jalur tersebut benar-benar berbeda dari tujuan awal saya
Saya pun benar-benar berada di sebuah persimpangan jalan yang sangat sulit untuk dipilih
Dan akhirnya saya pun memilih untuk berbelok dan memilih jalur baru tersebut, dengan pertimbangan bahwa kesempatan tersebut tidak datang dua kali



Setelah saya memilih untuk milih jalur baru, otomatis saya pun harus membuat rencana yang baru
Rute perjalanan baru tersebut memaksa saya untuk memilih pembimbing yang baru pula
Semangat yang baru pun harus saya bangun dalam menempuh perjalanan tersebut
Semua berjalan sesuai rencana, sampai akhirnya saya menemukan kendala
Ternyata rute perjalanan saya yang baru tersebut berakhir buntu, yang ada hanyalah kerikil dan semak belukar
Semua rencana saya untuk mencapai tujuan tepat waktu pun hancur sudah
Dan saya pun sudah berbelok terlalu jauh dari rute perjalanan awal saya
Dari situ saya merasa bahwa saya sudah mengambil keputusan yang salah
Ini adalah peringatan Tuhan kepada saya
Peringatan agar saya berubah menjadi manusia yang lebih baik

Namun saya berjanji saya tidak akan menyerah begitu saja, demi orang-orang yang menyayangi saya
Dengan seluruh kekuatan saya yang tersisa, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan yang berat ini
Meski saya tahu medan berat yang akan saya hadapi
Tantangan untuk menebang semak belukar dan menyingkirkan batu besar di depan saya nanti
Dengan semangat untuk membuktikan bahwa saya dapat mencapai tujuan saya, dengan usaha dan kemampuan saya sendiri
Ditengah perjalanan, saya kembali menemukan sebuah jalur baru yang lebih mulus
Sebuah persimpangan yang kembali memaksa saya untuk memilih
Namun kali ini, saya tidak berbelok, dan memilih untuk tetap pada rute perjalanan yang saya pilih
Dan saya melihat teman saya yang akhirnya mengambil kesempatan dan mengambil jalur baru tersebut

Waktu berjalan tanpa memandang ke belakang, bahkan untuk istirahat sejenak
Sepanjang perjalanan, saya melihat dari kejauhan satu per satu teman-teman saya telah mencapai tujuan mereka
Mereka semua tersenyum dengan manis
Saya tidak pernah merasa iri, karena mereka memang pantas untuk mendapatkan hal itu
Dengan kemampuan serta keberuntungan yang menyertai teman-teman saya
Bahkan saya melihat teman saya yang mengambil jalur baru pada persimpangan yang kedua, telah mencapai tujuannya mendahului saya
Hal ini membuat saya berpikir, jika saja waktu itu saya yang mengambil kesempatan tersebut, mungkin nasib saya akan sama seperti dia
Namun saya buang jauh-jauh rasa penyesalan tersebut
Saya harus terus berjuang meneruskan perjalanan saya sendiri
Perjalanan yang sudah saya pilih dengan mengorbankan berbagai angan dan impian
Saya tidak ingin semua yang saya korbankan tersebut terbuang dengan percuma

Bersama-sama dengan teman-teman seperjuangan, saya melanjutkan perjalanan
Saya pun teringat perkataan seorang sahabat lama yang menyampaikan tentang perbandingan antara keinginan dan kebutuhan
Kebutuhan akan membuat orang bekerja lebih keras, dibandingkan dengan hanya sebuah keinginan
Hal itulah yang membuat teman-teman saya bekerja sangat keras
Karena effort yang lebih keras tersebut, teman-teman seperjuangan saya dapat mencapai tujuan lebih awal
Saya pun meneruskan perjalanan ini seorang diri
Tak terasa, bahan bakar saya sudah hampir habis
Saya melihat teman-teman saya singgah pada pemberhentian untuk mengisi bahan bakar
Namun saya memutuskan untuk tidak berhenti dan meneruskan perjalanan
Dengan penuh percaya diri bahwa dengan bahan bakar saya yang tersisa, saya dapat mencapai tujuan dengan tepat
Dengan bahan bakar yang tersisa, saya berjuang dengan sepenuh hati melanjutkan perjalanan
Sampai pada akhirnya, bahan bakar saya benar-benar hampir habis
Dan pada saat itulah saya disadarkan bahwa perjalanan saya masih jauh
Masih banyak hasil yang harus saya perbaiki
Masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan
Dan akhirnya, kendaraan saya benar-benar berhenti karena kehabisan bahan bakar
Saya pun terpaksa untuk bekerja lebih keras lagi dengan mendorong kendaraan saya hingga menemukan pemberhentian untuk mengisi bahan bakar
Barulah saya bisa melanjutkan perjalanan

Saya kembali merasakan sebuah peringatan akan kebesaran Tuhan
Sebuah peringatan untuk kedua kalinya
Sebuah peringatan yang mengingatkan saya bahwa usaha tanpa diiringi doa takkan berjalan mulus
Sebuah doa tanpa dibarengi keimanan takkan membuahkan hasil maksimal
Dan sebuah keimanan tanpa dilandaskan keikhlasan takkan membawa keberkahan
Sebuah cerita yang mengingatkan saya untuk memperbaiki diri dan perilaku
Tak hanya itu, semua yang saya lakukan haruslah ikhlas, Lillahi Ta'ala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar